![]() |
Antara Bahagia dan Kaya |
» Kalo banyak harta seakan kehidupan terasa lebih enak, sehingga kebahagiaan keluarga terjamin. Benarkah?
» Kalo kita mau jujur, kita akan mengakui bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada banyaknya harta.
» Mari lihat, betapa banyak para petani di desa tidak kalah bahagia dibanding dengan mereka yang hidup di kota.
» Lihatlah juga, ada remaja broken home justru berasal dari keluarga yang berkecukupan harta.
» Kalo dari sisi cara memperolehnya saja salah, maka akan berpengaruh pada keberkahannya buat keluarga.
» Kedua, sikap qanaah alias merasa cukup dengan apa yg dipunyai dan disertai rasa syukur.
» Resep dari Rasulullah supaya mudah qana'ah jika dalam masalah harta, maka hendaklah lihat yang lebih rendah dari diri kita.
» Resep tersebut bukan berarti kita dilarang kaya. Tapi resep tersebut agar kita menghargai dan mensyukuri nikmat Allah.
» Ketiga, bagaimana atau kemana kita membelanjakan harta tersebut, apakah di jalan Allah atau jalan setan.
» Kita mungkin merasa tidak cukup, sehingga merasa tidak bahagia, karena kita merasa pengeluaran kita lebih banyak dari pemasukan.
» Tapi cobalah teliti lagi, apa listing pengluaran kita itu masuk kebutuhan atau hanya kesenangan.
» Kita listing lagi, apakah jika itu sebuah kebutuhan maka itu kebutuhan penting dan mendesak atau tidak.
» Maka jika kita bisa menyikapi terhadap harta kita, minimal dengan 3 sikap tadi. InsyaAllah keberkahan harta buat kluarga akan kita dapatkan
» Semoga yang sedikit ini berkenan di hati dan pikiran para sahabatku sekalian. Mari menimbang masalah dengan syariah. [Luky B Rouf/Jikindra Blog]
Tweet
» Kalo kita mau jujur, kita akan mengakui bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada banyaknya harta.
» Mari lihat, betapa banyak para petani di desa tidak kalah bahagia dibanding dengan mereka yang hidup di kota.
» Lihatlah juga, ada remaja broken home justru berasal dari keluarga yang berkecukupan harta.
» Pertama, dari sisi cara kita memperoleh harta tersebut, apakah halal atau haram.» Sahabatku, tentang harta yang bisa membawa bahagia, ukurannya bukan pada jumlah tp bagaimana sikap kita terhadap harta tersebut.
» Kalo dari sisi cara memperolehnya saja salah, maka akan berpengaruh pada keberkahannya buat keluarga.
» Kedua, sikap qanaah alias merasa cukup dengan apa yg dipunyai dan disertai rasa syukur.
» Resep dari Rasulullah supaya mudah qana'ah jika dalam masalah harta, maka hendaklah lihat yang lebih rendah dari diri kita.
» Resep tersebut bukan berarti kita dilarang kaya. Tapi resep tersebut agar kita menghargai dan mensyukuri nikmat Allah.
Baca juga: Karena Kita Tidak Adil
» Ketiga, bagaimana atau kemana kita membelanjakan harta tersebut, apakah di jalan Allah atau jalan setan.
» Kita mungkin merasa tidak cukup, sehingga merasa tidak bahagia, karena kita merasa pengeluaran kita lebih banyak dari pemasukan.
» Tapi cobalah teliti lagi, apa listing pengluaran kita itu masuk kebutuhan atau hanya kesenangan.
» Kita listing lagi, apakah jika itu sebuah kebutuhan maka itu kebutuhan penting dan mendesak atau tidak.
» Maka jika kita bisa menyikapi terhadap harta kita, minimal dengan 3 sikap tadi. InsyaAllah keberkahan harta buat kluarga akan kita dapatkan
» Semoga yang sedikit ini berkenan di hati dan pikiran para sahabatku sekalian. Mari menimbang masalah dengan syariah. [Luky B Rouf/Jikindra Blog]
2 komentar
Bahagia itu relative
Kebahagiaan memang sifatnya subyektif, tergantung standar apa yang digunakan oleh seseorang untuk menilai ini bahagian dan itu sengsara... tapi sebagai seorang muslim, sudah ada standar yang jelas untuk memperoleh kebahagiaan yakni Ridha Allah, yang pasti diperoleh ketika seorang muslim berhasil melaksanakan seluruh syariatNya secara kaffah...
Speak Up Your Mind!
Tell us what you're thinking!